SISTEM KOMPUTER
Sistem komputer adalah elemen-elemen yang terkait untuk
menjalankan suatu aktifitas dengan menggunakan komputer. Elemen dari
sistem komputer terdiri dari manusianya (brainware), perangkat lunak (software), set instruksi (instruction set), dan perangkat keras (hardware).
Dengan demikian komponen tersebut merupakan elemen yang terlibat dalam suatu sistem komputer. Tentu saja hardware tidak berarti apa-apa jika tidak ada salah satu dari dua lainnya (software dan brainware).
Download
Empat komponen dalam sistem komputer, yaitu :
1. Pemproses
Berfungsi untuk mengendalikan operasi komputer dan melakukan fungsi pemrosesan data.
Pemroses melakukan operasi logika dan mengelola aliran data dengan membaca instruksi dari memori dan mengeksekusinya.
Langkah kerja pemroses :
a. Mengembil instruksi biner dari memori
b. Mendekode instruksi menjadi aksi sederhana
c. Melakukan aksi
3 tipe operasi komputer :
a. Operasi aritmatika (ADD, SUBSTRACT, MULTIPLY, DIVIDE)
b. Operasi logika (OR, AND, XOR, INVERTION)
c. Operasi pengendalian (LOOP, JUMP)
Pemroses terdiri :
a. ALU (Aritmatic Logic Unit)
Berfungsi untuk melakukan operasi aritmatika dan logika.
b. CU (Control Unit)
Berfungsi untuk mengendalikan operasi yang dilaksanakan sistem komputer.
c. Register-register
Berfungsi untuk :
Membantu pelaksanaan operasi yang dilakukan pemroses Sebagai memori yang bekerja secara cepat, biasanya untuk tempat operand-operand dari operasi yang akan dilakukan.
Terbagi menjadi register data dan register alamat.
Register data terdiri dari general dan special purpose register.
Register alamat berisi :
a. Alamat data di memori utama
b. Alamat instruksi
c. Alamat untuk perhitungan alamat lengkap
Contoh : register indeks, register penunjuk segmen, register penunjuk
stack, register penanda (flag)
Pemroses melakukan tugasnya dengan mengeksekusi instruksi-instruksi di program dengan mekanisme instruksi sebagai berikut :
a. Pemroses membaca instruksi dari memori (fetch)
b. Pemroses mengeksekusi instruksi (execute)
Eksekusi program berisi pengulangan fetch dan execute. Pemrosesan satu instruksi disebut satu siklus instruksi (instruction cycle).
2. Memori
Berfungsi untuk menyimpan data dan program Biasanya volatile, tidak dapat mempertahankan data dan program yang
disimpan bila sumber daya energi (listrik) dihentikan.
Konsep program tersimpan (stored program concept), yaitu program (kumpulan instruksi) yang disimpan di suatu tempat (memori) dimana kemudian instruksi tersebut dieksekusi. Setiap kali pemroses melakukan eksekusi, pemroses harus membaca instruksi dari memori utama. Agar eksekusi dilakukan secara cepat maka harus diusahakan instruksi tersedia di memori pada lapisan berkecepatan akses lebih tinggi. Kecepatan eksekusi ini akan meningkatkan kinerja sistem.
Hirarki memori berdasarkan kecepatan akses :
-Register (tercepat)
-Chace memory
Memori berkapasitas terbatas, berkecepatan tinggi yang lebih mahal dibanding memori utama. Chace memory adalah diantara memori utama dan register, sehingga pemroses tidak langsung mengacu memori utama tetapi di cache
memory yang kecepatan aksesnya lebih tinggi.
-Main memory
-Disk chace (buffering)
Bagian memori utama untuk menampung data yang akan ditransfer dari/ke perangkat masukan/keluaran dan penyimpan sekunder. Buffering dapat mengurangi frekuensi pengaksesan dari/ke perangkat masukan/keluaran dan penyimpan sekunder sehingga meningkatkan kinerja sistem.
-Magnetic disk
-Magnetic tape, optical disk (terlambat)
3. Perangkat masukan dan keluaran (I/O)
Adalah perangkat nyata yang dikendalikan chip controller di board sistem atau card. Controller dihubungkan dengan pemroses dan komponen lainnya melalui bus. Controller mempunyai register-register untuk pengendaliannya yang berisi status kendali.
Tiap controller dibuat agar dapat dialamati secara individu oleh pemroses sehingga perangkat lunak device driver dapat menulis ke register-registernya sehingga dapat mengendalikannya. Sistem operasi lebih berkepentingan dengan pengendali dibanding dengan perangkat fisik mekanis. Perangkat I/O juga memindahkan data antara komputer dan lingkungan eksternal.
Lingkungan eksternal dapat diantarmuka (interface) dengan beragam perangkat, seperti :
a. Perangkat penyimpan sekunder
b. Perangkat komunikasi
c. Terminal
4. Interkoneksi antar komponen
Adalah struktur dan mekanisme untuk menghubungkan antar komponen dalam sistem komputer yang disebut bus.
Bus terdiri dari tiga macam, yaitu :
a. Bus alamat (address bus)
Berisi 16, 20, 24 jalur sinyal paralel atau lebih. CPU mengirim alamat lokasi memori atau port yang ingin ditulis atau dibaca di bus ini.Jumlah lokasi memori yang dapat dialamati ditentukan jumlah jalur alamat. Jika CPU mempunyai N jalur alamat maka dapat mengalamati 2 pangkat N (2N) lokasi memori dan/atau port secara langsung.
b. Bus data (data bus)
Berisi 8, 16, 32 jalur sinyal paralel atau lebih. Jalur-jalur data adalah dua arah (bidirectional). CPU dapat membaca dan mengirim data dari/ke memori atau port. Banyak perangkat pada sistem yang dihubungkan ke bus data tetapi hanya satu perangkat pada satu saat yang dapat memakainya.
c. Bus kendali (control bus)
Berisi 4-10 jalur sinyal paralel. CPU mengirim sinyal-sinyal pada bus kendali untuk memerintahkan memori atau port. Sinyal bus kendali antara lain :
• Memory read
Untuk memerintahkan melakukan pembacaan dari memori.
• Memory write
Untuk memerintahkan melakukan penulisan ke memori.
• I/O read
Untuk memerintahkan melakukan pembacaan dari port I/O.
• I/O write
Untuk memerintahkan melakukan penulisan ke port I/O.
Mekanisme pembacaan
Untuk membaca data suatu lokasi memori, CPU mengirim alamat memori yang dikehendaki melalui bus alamat kemudian mengirim sinyal memory read pada bus kendali. Sinyal tersebut memerintahkan ke perangkat memori untuk mengeluarkan data pada lokasi tersebut ke bus data agat dibaca CPU. Interkoneksi antar komponen ini membentuk satu sistem sendiri, seperti ISA (Industry Standard Architecture), EISA (Extended ISA) dan PCI (Peripheral Component Interconnect). Secara fisik interkoneksi antar komponen berupa “perkawatan”. Interkoneksi memerlukan tata cara atau aturan komunikasi agar tidak kacau (chaos) sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.
Dengan demikian komponen tersebut merupakan elemen yang terlibat dalam suatu sistem komputer. Tentu saja hardware tidak berarti apa-apa jika tidak ada salah satu dari dua lainnya (software dan brainware).
Download
Empat komponen dalam sistem komputer, yaitu :
1. Pemproses
Berfungsi untuk mengendalikan operasi komputer dan melakukan fungsi pemrosesan data.
Pemroses melakukan operasi logika dan mengelola aliran data dengan membaca instruksi dari memori dan mengeksekusinya.
Langkah kerja pemroses :
a. Mengembil instruksi biner dari memori
b. Mendekode instruksi menjadi aksi sederhana
c. Melakukan aksi
3 tipe operasi komputer :
a. Operasi aritmatika (ADD, SUBSTRACT, MULTIPLY, DIVIDE)
b. Operasi logika (OR, AND, XOR, INVERTION)
c. Operasi pengendalian (LOOP, JUMP)
Pemroses terdiri :
a. ALU (Aritmatic Logic Unit)
Berfungsi untuk melakukan operasi aritmatika dan logika.
b. CU (Control Unit)
Berfungsi untuk mengendalikan operasi yang dilaksanakan sistem komputer.
c. Register-register
Berfungsi untuk :
Membantu pelaksanaan operasi yang dilakukan pemroses Sebagai memori yang bekerja secara cepat, biasanya untuk tempat operand-operand dari operasi yang akan dilakukan.
Terbagi menjadi register data dan register alamat.
Register data terdiri dari general dan special purpose register.
Register alamat berisi :
a. Alamat data di memori utama
b. Alamat instruksi
c. Alamat untuk perhitungan alamat lengkap
Contoh : register indeks, register penunjuk segmen, register penunjuk
stack, register penanda (flag)
Pemroses melakukan tugasnya dengan mengeksekusi instruksi-instruksi di program dengan mekanisme instruksi sebagai berikut :
a. Pemroses membaca instruksi dari memori (fetch)
b. Pemroses mengeksekusi instruksi (execute)
Eksekusi program berisi pengulangan fetch dan execute. Pemrosesan satu instruksi disebut satu siklus instruksi (instruction cycle).
2. Memori
Berfungsi untuk menyimpan data dan program Biasanya volatile, tidak dapat mempertahankan data dan program yang
disimpan bila sumber daya energi (listrik) dihentikan.
Konsep program tersimpan (stored program concept), yaitu program (kumpulan instruksi) yang disimpan di suatu tempat (memori) dimana kemudian instruksi tersebut dieksekusi. Setiap kali pemroses melakukan eksekusi, pemroses harus membaca instruksi dari memori utama. Agar eksekusi dilakukan secara cepat maka harus diusahakan instruksi tersedia di memori pada lapisan berkecepatan akses lebih tinggi. Kecepatan eksekusi ini akan meningkatkan kinerja sistem.
Hirarki memori berdasarkan kecepatan akses :
-Register (tercepat)
-Chace memory
Memori berkapasitas terbatas, berkecepatan tinggi yang lebih mahal dibanding memori utama. Chace memory adalah diantara memori utama dan register, sehingga pemroses tidak langsung mengacu memori utama tetapi di cache
memory yang kecepatan aksesnya lebih tinggi.
-Main memory
-Disk chace (buffering)
Bagian memori utama untuk menampung data yang akan ditransfer dari/ke perangkat masukan/keluaran dan penyimpan sekunder. Buffering dapat mengurangi frekuensi pengaksesan dari/ke perangkat masukan/keluaran dan penyimpan sekunder sehingga meningkatkan kinerja sistem.
-Magnetic disk
-Magnetic tape, optical disk (terlambat)
3. Perangkat masukan dan keluaran (I/O)
Adalah perangkat nyata yang dikendalikan chip controller di board sistem atau card. Controller dihubungkan dengan pemroses dan komponen lainnya melalui bus. Controller mempunyai register-register untuk pengendaliannya yang berisi status kendali.
Tiap controller dibuat agar dapat dialamati secara individu oleh pemroses sehingga perangkat lunak device driver dapat menulis ke register-registernya sehingga dapat mengendalikannya. Sistem operasi lebih berkepentingan dengan pengendali dibanding dengan perangkat fisik mekanis. Perangkat I/O juga memindahkan data antara komputer dan lingkungan eksternal.
Lingkungan eksternal dapat diantarmuka (interface) dengan beragam perangkat, seperti :
a. Perangkat penyimpan sekunder
b. Perangkat komunikasi
c. Terminal
4. Interkoneksi antar komponen
Adalah struktur dan mekanisme untuk menghubungkan antar komponen dalam sistem komputer yang disebut bus.
Bus terdiri dari tiga macam, yaitu :
a. Bus alamat (address bus)
Berisi 16, 20, 24 jalur sinyal paralel atau lebih. CPU mengirim alamat lokasi memori atau port yang ingin ditulis atau dibaca di bus ini.Jumlah lokasi memori yang dapat dialamati ditentukan jumlah jalur alamat. Jika CPU mempunyai N jalur alamat maka dapat mengalamati 2 pangkat N (2N) lokasi memori dan/atau port secara langsung.
b. Bus data (data bus)
Berisi 8, 16, 32 jalur sinyal paralel atau lebih. Jalur-jalur data adalah dua arah (bidirectional). CPU dapat membaca dan mengirim data dari/ke memori atau port. Banyak perangkat pada sistem yang dihubungkan ke bus data tetapi hanya satu perangkat pada satu saat yang dapat memakainya.
c. Bus kendali (control bus)
Berisi 4-10 jalur sinyal paralel. CPU mengirim sinyal-sinyal pada bus kendali untuk memerintahkan memori atau port. Sinyal bus kendali antara lain :
• Memory read
Untuk memerintahkan melakukan pembacaan dari memori.
• Memory write
Untuk memerintahkan melakukan penulisan ke memori.
• I/O read
Untuk memerintahkan melakukan pembacaan dari port I/O.
• I/O write
Untuk memerintahkan melakukan penulisan ke port I/O.
Mekanisme pembacaan
Untuk membaca data suatu lokasi memori, CPU mengirim alamat memori yang dikehendaki melalui bus alamat kemudian mengirim sinyal memory read pada bus kendali. Sinyal tersebut memerintahkan ke perangkat memori untuk mengeluarkan data pada lokasi tersebut ke bus data agat dibaca CPU. Interkoneksi antar komponen ini membentuk satu sistem sendiri, seperti ISA (Industry Standard Architecture), EISA (Extended ISA) dan PCI (Peripheral Component Interconnect). Secara fisik interkoneksi antar komponen berupa “perkawatan”. Interkoneksi memerlukan tata cara atau aturan komunikasi agar tidak kacau (chaos) sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.
Problem Pada Processor / CPU
PC Anda tidak mau beraksi sama sekali? Harddisk tidak
terdeteksi, drive optik yang terasa lambat, monitor yang tidak optimal
tampilannya, atau router yang terlalu sering hang? Jangan panik,
Sesekali hal ini dapat saja terjadi. Tiba-tiba PC
berulah, dan tidak dapat terselesaikan dengan mudah. Meskipun Anda sudah
membaca berbagai panduan troubleshooting pada manual yang tersedia. Dan hal ini
bisa juga terjadi pada Anda.
Tidak memandang situasi dan kondisi, sebuah sistem dapat
berulah. Bisa saja sesaat setelah Anda melakukan update driver. Ataupun setelah
melakukan penambahan perangkat tambahan pada sistem Anda. Ataupun terjadi
secara tiba-tiba, tanpa peringatan ataupun pemberitahuan sebelumnya.
Dan ulasan kali ini akan membahas hal-hal tersebut di
atas. Usah gelisah dan tidak perlu panik menghadapinya.Duduk tenang, dan ikuti
saja pembahasan kali ini. Semoga salah satu di antaranya adalah jawaban dari
masalah yang Anda hadapi dengan PC kesayangan Anda.
Terbaru, Tidak Berarti Bebas Bug
Tidak selamanya teknologi terbaru memberikan yang terbaik
untuk penggunanya. Bahkan beberapa kali kami menyaksikan sendiri, produk yang
mengusung teknologi terbaru, pada batch awal juga disertai dengan perbagai
masalah yang cukup memusingkan.
Sebagai contoh, motherboard dengan chipset terbaru.
Inilah beberapa kasus yang sering dirasakan para anggota lab PC Media. Perlu
diadakan beberapa riset skala kecil, untuk dapat menjalankan serangkaian tes
dengan sempurna. Mulai dari sesekali mencari update BIOS, update driver ataupun
sekadar manual ter-update dari produk yang bersangkutan.
Contoh lain adalah untuk pengujian video card. Dengan
makin tajamnya persaingan ATi Radeon dan nVidia, membuat berbagai produk dengan
chipset terbaru, terus berdatangan ke lab kami. Yang akhirnya memerlukan solusi
patch software pengujian untuk dapat menjalankannya.
Lalu, bagaimana dengan yang terjadi di dalam dunia nyata
pada penggunaan sehari-hari Anda dengan PC?
Langkah Pembukaan :
Seperti pada catur, langkah pertama akan sangat
menentukan. Begitu juga dalam memecahkan masalah yang terjadi dengan PC Anda.
Pada subbahasan ini, akan berisi tentang langkah terpenting dalam mencoba
menyelesaikan masalah dengan PC Anda. Yang terpenting adalah mencoba
mengetahui, apa yang menyebabkan PC Anda berulah. Perubahan terakhir apa
yangterjadi pada PC? Hal ini sangat penting untuk diketahui secara pasti.
Mengingat, hal ini akan sangat memudahkan penyelesaian yang harus dilakukan.
Disesuaikan dengan kemungkinan masalah yang terjadi. Dari sini, memungkinkan
untuk mempersempit kemungkinan masalah yang terjadi dengan PC Anda.
- PC Tidak Bereaksi, Saat Tombol Power Ditekan.
Permasalahan: Anda menekan tombol power untuk
mengaktifkan PC Anda, namun PC tidak menunjukkan tanda tanda kehidupan. Apa
yang terjadi?
Solusi: Jika hal ini terjadi pada PC Anda,
ada beberapa kemungkinan yang harus
diperiksa satu per satu secara bertahap.
Langkah 1:
Periksa semua jaringan listrik, dari outlet AC sampai ke
PSU (power supply unit) PC Anda. Apakah sudah terpasang dengan sempurna. Mulai
dari memastikan switch PSU dalam posisi ON, ataupun sekiranya Anda menggunakan
UPS (uniterruptable power supply) dan/atau stabilizer AVR (automated voltage
regulator). Pastikan semua dalam posisi ON dan dalam keadaan berfungsi dengan
baik.
Langkah 2:
Jika hal tersebut bukan penyebabnya, maka kemungkinan
berikutnya baru pada PC Anda. Pastikan semua kabel (terutama kabel power) dan
komponen terpasang dengan baik. Caranya dengan mebuka casing, kemudian
menekan-nekan kembali komponen dan konektor kabel yang ada. Adakalanya hal ini
disebabkan karena konektor yang tidak terhubung dengan sempurna. Perhatikan
juga ATX 12V,
yang dapat ditemukan pada kebanyakan motherboard empat
tahun belakangan ini. Motherboard tidak akan beraksi, tanpa catuan daya dari
konektor ini.
Langkah 3:
Ini akan cukup merepotkan. Lakukan pengecekan perangkat
utama satu persatu. Yang dimaksud adalah CPU dan motherboard. Pastikan keduanya
masih berfungsi dengan baik. Sebab katakanlah jika CPU rusak, sistem tidak akan
menyala sama sekali. Demikian juga jika motherboard rusak. Terutama untuk
urusan catu dayanya (MOSFET, jalur daya pada PCB dan seterusnya). Ini juga akan
menyebabkan PC tidak akan bereaksi sama sekali.
- Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.
Permasalahan: PC bereaksi. Terdengar bunyi putaran
kipas, dan tanda-tanda kehidupan lain dari harddisk, drive optik dan lain-lain.
Namun, monitor tetap gelap. Solusi: Fiuhh...setidaknya ini sedikit lebih
baik dari masalah nomor 1. Untuk masalah ini, sebaiknya mengandalkan tanda yang
diberikan POST BIOS. Pastikan speaker casing terpasang baik, sehingga Anda
dapat mendengarkan POST berupa kombinasi bunyi beep yang pasti tersedia pada
kebanyakan motherboard. Atau pada beberapa motherboard keluaran terbaru, juga
tersedia buzzer yang terintegrasi pada motherboard. Lebih mudah lagi jika
motherboard disertai display BIOS POST code berupa dua seven segment LED, yang
akan menampilkan kode hexagesimal. Sekiranya Anda tidak tahu arti dari kode
tersebut (baik suara ataupun cahaya) atau bahkan kehilangan buku manual, sekali
lagi tidak perlu panik.
- Prosesor Baru Yang Tidak Terdeteksi
Permasalahan: Pasang prosesor baru tetapi tidak
terdeteksi.Tetepi pada saat booting pertama kali, ternyata speed CPU yang
tampil di BIOS tidak sama dengan angka default prosesor baru tersebut.
Solusi: Jika pada saat booting pertama kali
setelah mengganti prosesor, ternyata speed CPU yang tampil di BIOS tidak sama
dengan angka default prosesor baru maka lakukan langkah pengecekan sebagai
berikut:
- Cek kembali CPU apakah sudah terinstall dengan tepat.
- Jika CPU sudah terpasang dengan tepat,tetapi tetap tidak terdeteksi dangan baik , coba cek setting motherboard.Apakah jumper –jumper yang ada telah terpasang dengan benar?
- Hati-hati untuk langkah ini. Paling tidak anda harus memahami posisi CPU yang tepat dangan mempelajari buku manual prosesor.Jika perlu panggil teknisi atau yang lebih berpengalaman untuk mendampingi anda.
Troubleshooting komputer : Problem Pada Disc / Media Penyimpanan Data
Secara umum hard disk dapat gagal dalam
empat cara yang akan mengakibatkan potensi hilangnya data:
1. Firmware Korupsi / Rusak firmware ke
zona
2. Kegagalan elektronik
3. Kegagalan mekanis
4. Logis Korupsi
Kombinasi dari empat jenis kegagalan
juga mungkin. Apakah data pada hard disk dipulihkan atau tidak tergantung pada
apa yang telah terjadi ke disk dan bagaimana kerusakan yang buruk. Perlu
diketahui bahwa seiring waktu, semua harddisk akan mengembangkan sektor buruk
yang dapat mengakibatkan hilangnya data dan keadaan tdk termasuki berkendara.
1. Firmware
Korupsi / Rusak firmware ke zona
Explantion: Hard disk firmware adalah
perangkat lunak yang kode kontrol, dan tertanam dalam, fisik harddisk hardware.
Jika firmware dari hard disk menjadi rusak atau tidak terbaca komputer ini
sering tidak dapat berinteraksi dengan baik dengan hard disk. Sering data pada
disk penuh kembali setelah drive telah diperbaiki dan reprogrammed.
Firmware kegagalan - Cara mendiagnosa:
common Gejala
• Hard disk akan berputar-putar di atas
bila didukung, tetapi menjadi salah diakui/ tidak diakui sama sekali oleh
komputer
• Hard disk akan spin up & akan
diakui dengan benar oleh sistem komputer, tetapi kemudian akan tergantung pada
proses boot
Tindakan untuk mengambil
• Memulihkan data dari hard drive
dengan firmware rendah tingkat kegagalan memerlukan reprogramming / manipulasi
dari harddisk. Adalah tidak mungkin untuk PC perbaikan berbelanja untuk
melakukannya. Klinik kami memiliki data sendiri peralatan khusus yang
memungkinkan kita untuk berhasil mendapatkan kembali data dari hard drive
dengan firmware kesalahan.
• Firmware khusus gejala kegagalan pada
hard disk drive Maxtor | Firmware kegagalan pada Maxtor Diamondmax 22 hard disk
drive
• Firmware khusus pada gejala kegagalan
Western Digital hard disk drive
• Firmware khusus gejala kegagalan pada
desktop Fujitsu hard disk drive
• Firmware khusus pada gejala kegagalan
Seagate Barracuda 7200,11 hard disk drive
• Informasi lebih lanjut tentang apa
harddisk firmware sebenarnya dan bagaimana bekerja
Apa penyebab firmware korupsi? Kami
percaya bahwa salah satu penyebab kerusakan pada firmware pada zona drive
modern adalah penggunaan teknologi peluru cairan di motor spindle assembly
(PDF)
2. Kegagalan
elektronik
Penjelasan: Electronic kegagalan
biasanya berkaitan dengan masalah pada kontroler dewan yang sebenarnya
harddisk. Komputer yang mungkin menderita spike atau daya listrik yang melanda
knocks the controller board pada hard disk sehingga undetectable ke BIOS.
Listrik kegagalan - Cara mendiagnosa:
common gejala
• Hard disk tidak akan berputar-putar
sampai saat drive powered on - akan muncul mati & tidak dikenal oleh
komputer
Tindakan untuk mengambil
• Klinik data dapat memulihkan data
dari segala jenis listrik harddisk kegagalan.
Meskipun kegagalan elektronik dapat
terjadi pada semua jenis harddisk, kami menemukan bahwa Quantum Fireball drive
sangat rentan terhadap kekuasaan sepatu berduri dan cukup sering adalah mungkin
untuk melihat terlihat membakar kerusakan listrik di sekitar salah satu chip
controller di board. Biasanya, data hard disk yang tidak menderita kerusakan
dan pemulihan data 100% adalah mungkin.
Populer drive yang terlihat seperti
mengembangkan kontrol papan masalah: Quantum Fireball seri, Western Digital
drive, Maxtor drive, dan MPF MPG Fujitsu seri. Jika Anda memiliki sebuah laptop
hard disk - silakan juga merujuk kepada kami laptop hard disk masalah halaman.
3. Kegagalan
mekanis
Mekanis harddisk kegagalan adalah
mereka yang berkembang pada komponen internal ke harddisk itu sendiri. Sering
secepat komponen internal berjalan faulty data pada hard disk akan menjadi
tidak dapat diakses.
Kegagalan mekanis - Cara mendiagnosa:
common Gejala
• Pada saat powered, hard drive akan
segera mulai membuat ticking reguler atau mengklik suara
Tindakan untuk mengambil
• Memulihkan data dari hard drive
dengan mekanik kegagalan memerlukan drive yang akan bekerja di dalam kamar yang
bersih sebagai drive harus diambil selain penyelidikan dan kondisi di
laboratorium. Klinik memiliki data yang lengkap dan bersih Kelas 100 kamar yang
kami gunakan untuk sembuh dengan drive mekanik masalah.
Catatan: Kami melihat banyak laptop
hard drive mekanis dengan kegagalan. Untungnya data sering dipulihkan. Untuk
gejala khusus, silahkan baca harddisk laptop kegagalan halaman
Jangan tergoda untuk membuka harddisk
jika Anda mencurigai sebuah kesalahan mekanis: tidak ada apa-apa anda akan
dapat Anda lakukan dan internal akan mencemari lingkungan udara bersih. Ada
juga kesempatan yang baik selama proses ini Anda akan menghancurkan semua
kesempatan yang ada dari kami berhasil memulihkan data.
• Pelajari lebih lanjut tentang
harddisk headcrashes
• QuickTime melihat film dari harddisk
dengan kepala kesalahan
4. Kesalahan
logis
Sering termudah dan paling sulit untuk
menangani masalah-masalah, kesalahan logis dapat mulai dari hal-hal sederhana
seperti yang tidak valid masuk dalam file tabel alokasi untuk benar-benar
menyeramkan seperti masalah korupsi dan kerugian dari sistem file yang sangat
bagi kendaraan.
Logis kesalahan yang berbeda dengan
listrik dan mekanik masalah diatas karena biasanya tidak 'fisik' beres dengan
disk, cukup informasi tentang itu.
Logis kesalahan juga dapat tackled
dengan berbagai perangkat lunak Anda dapat membeli alat-alat off the net,
tetapi menjadi peringatan - jika anda ingin menjalankan memperbaiki utilitas
pada disk sangat mudah Anda dapat membuat kembali data unrecoverable. Hal ini
benar terutama ketika menjalankan ScanDisk dan Chkdsk pada harddisk rusak.
Cara Mengaktifkan Safe Mode Untuk Troubleshooting Windows
Istilah Safe Mode tidak asing lagi bagi teknisi komputer. Mode ini merupakan mode startup yang digunakan untuk melakukan diagnosa ataupun troubleshooting terhadap kerusakan yang terjadi pada komputer dari sisi hardware ataupun software. Dalam Safe Mode, Sistem Windows akan dijalankan dengan kondisi minimal, artinya hanya menjalankan file-file dan driver-driver yang penting saja, seperti display, networking, dll.
Sebagian orang memang jarang menggunakan mode ini, mungkin karena letaknya yang tersembunyi sehingga sulit untuk diketahui. Safe Mode memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah untuk mengatasi masalah dengan salah installnya driver display, Virus, Hardware, Software, mengembalikan konfigurasi windows ke awal, dll.
Nah mau tahu cara untuk masuk ke Safe Mode? Cara yang dapat kita lakukan untuk masuk ke safe mode adalah dengan menekan Tombol F8 pada keyboard ketika proses booting akan dimulai (jangan sampai startup screen nya muncul duluan. Cara ini berlaku untuk semua versi windows. jika berhasil maka kita akan melihat tampilan layar seperti dibawah ini :
Silahkan pilih opsi yang ingin anda pilih. Lalu tekan tombol enter.
Adapun penjelasan dari Windows
Advanced OptionsMenu sbb :
1.
Safe Mode
: merupakan mode startup windows yang hanya menjalankan konfigurasi minimal dari OS.
Safe Mode
: merupakan mode startup windows yang hanya menjalankan konfigurasi minimal dari OS.
2.
Safe Mode with Networking
: mode ini sama seperti safe mode hanya saja ditambahkan pembacaan driver jaringan sehingga kita bisa memanfaatkan jaringan (Networking)
Safe Mode with Networking
: mode ini sama seperti safe mode hanya saja ditambahkan pembacaan driver jaringan sehingga kita bisa memanfaatkan jaringan (Networking)
3.
Safe Mode with Command Prompt
: mode ini mirip dengan Safe Mode tetapi akan langsung mengaktifkan Command Prompt / MS-DOS Prompt, dengan asumsi kita mengerti akan semua perintah DOS.
Safe Mode with Command Prompt
: mode ini mirip dengan Safe Mode tetapi akan langsung mengaktifkan Command Prompt / MS-DOS Prompt, dengan asumsi kita mengerti akan semua perintah DOS.
4.
Enable Boot Logging
: mode ini akan memerintahkan windows untuk membuat file Ntbtlog.txt ketika start up dan informasi start up tersebut akan disimpan di file tersebut. File ini biasanya disimpan di sistem root
Enable Boot Logging
: mode ini akan memerintahkan windows untuk membuat file Ntbtlog.txt ketika start up dan informasi start up tersebut akan disimpan di file tersebut. File ini biasanya disimpan di sistem root
5.
Enable VGA Mode :
Mode ini akan menjalankan Windows dengan tampilan minimal seperti 640×480 atau 800×600.
Enable VGA Mode :
Mode ini akan menjalankan Windows dengan tampilan minimal seperti 640×480 atau 800×600.
6.
Last Known Good Configuration
, menjalankan windows menggunakan informasi registry yang telah disimpan ketika terakhir shutdown. Gunakan jika kita salah mengubah konfigurasi sistem, atau ketika windows gagal masuk ke tampilan utama.
Last Known Good Configuration
, menjalankan windows menggunakan informasi registry yang telah disimpan ketika terakhir shutdown. Gunakan jika kita salah mengubah konfigurasi sistem, atau ketika windows gagal masuk ke tampilan utama.
7.
Directory Services Restore Mode :
mode yang digunakan untuk melakukan konfigurasi pada jaringan yang menggunakan Domain.
Directory Services Restore Mode :
mode yang digunakan untuk melakukan konfigurasi pada jaringan yang menggunakan Domain.
Hal apa yang terjadi ketika kita melakukan Safe Mode ?
Ada beberapa hal yang terjadi ketika boot di Windows Safe Mode dibandingkan dengan Standard boot :
·
Safe Mode tidak menjalankan file autoexec.bat atau file config.sys.
Safe Mode tidak menjalankan file autoexec.bat atau file config.sys.
·
Sebagian besar driver tidak dijalankan. Hanya menjalankan driver yang dipentingkan saja untuk menjalankan WIndows.
Sebagian besar driver tidak dijalankan. Hanya menjalankan driver yang dipentingkan saja untuk menjalankan WIndows.
·
Safe Mode hanya menggunakan grafis standar VGA yang kompatibel dengan semua perangkat kartu grafis yang ada.
Safe Mode hanya menggunakan grafis standar VGA yang kompatibel dengan semua perangkat kartu grafis yang ada.
·
Himem.sys, yang biasanya terdapat pada config.sys script, hanya dijalankan dengan opsi / testmem.
Himem.sys, yang biasanya terdapat pada config.sys script, hanya dijalankan dengan opsi / testmem.
·
Windows boot menggunakan batch file bernama system.cb yang merupakan bagian dari system.ini file. File ini berguna untuk memanggil Virtual Device Drivers (VxDs) Windows yang digunakan untuk berkomunikasi dengan hardware komputer.
Windows boot menggunakan batch file bernama system.cb yang merupakan bagian dari system.ini file. File ini berguna untuk memanggil Virtual Device Drivers (VxDs) Windows yang digunakan untuk berkomunikasi dengan hardware komputer.
·
Windows hanya membaca file system.ini dan win.ini
Windows hanya membaca file system.ini dan win.ini
·
Windows desktop hanya membaca 16 warna atau lebih dengan resolusi 640 x 480 dan menampilkan tulisan "Safe Mode" di setiap sudut Desktop.
Windows desktop hanya membaca 16 warna atau lebih dengan resolusi 640 x 480 dan menampilkan tulisan "Safe Mode" di setiap sudut Desktop.
Apa saja manfaat Safe Mode
Sebenarnya apa saja manfaat dari Safe Mode ? Tentu saja cukup banyak yang bisa dilakukan dengan mode ini. Diantaranya adalah :
·
Memeriksa permasalahan yang berhubungan dengan Display (VGA). Ketika tampilan windows bermasalah, kita bisa di cek dengan memilih opsi “Enable VGA Mode”, jika berhasil dan tidak melihat masalah, kemungkinan masalah ada pada driver VGA. Jadi silahkan di download driver yang benar dari situsnya.
Memeriksa permasalahan yang berhubungan dengan Display (VGA). Ketika tampilan windows bermasalah, kita bisa di cek dengan memilih opsi “Enable VGA Mode”, jika berhasil dan tidak melihat masalah, kemungkinan masalah ada pada driver VGA. Jadi silahkan di download driver yang benar dari situsnya.
·
Mengembalikan pengaturan Ketika kita salah dalam mengatur Tampilan dari Windows, yang mengakibatkan munculnya pesan “Out of Frequency” pada Monitor. Tampilan yang normal buat Monitor CRT biasanya maksimum hanya pada Resulosi 1024 x 768 dengan screen refresh rate monitor 60 Mhz. Jika kita set lebih dari itu, maka monitor anda akan blank. Karena monitor CRT tidak bisa menerima pengaturan yang begitu tinggi.
Mengembalikan pengaturan Ketika kita salah dalam mengatur Tampilan dari Windows, yang mengakibatkan munculnya pesan “Out of Frequency” pada Monitor. Tampilan yang normal buat Monitor CRT biasanya maksimum hanya pada Resulosi 1024 x 768 dengan screen refresh rate monitor 60 Mhz. Jika kita set lebih dari itu, maka monitor anda akan blank. Karena monitor CRT tidak bisa menerima pengaturan yang begitu tinggi.
·
Untuk Uninstall software yang sebelumnya menyebabkan komputer hang, error dan sebagainya. Kadang setelah di install program tertentu windows bermasalah, maka jika tidak bisa di uninstall melalui mode biasa gunakan Safe Mode.
Untuk Uninstall software yang sebelumnya menyebabkan komputer hang, error dan sebagainya. Kadang setelah di install program tertentu windows bermasalah, maka jika tidak bisa di uninstall melalui mode biasa gunakan Safe Mode.
·
Untuk Uninstall driver yang bermasalah atau yang tidak kompatibel dengan hardware yang kita gunakan.
Untuk Uninstall driver yang bermasalah atau yang tidak kompatibel dengan hardware yang kita gunakan.
·
Menonaktifkan aplikasi atau program tertentu jika kita merasa loading komputer menjadi lambat.
Menonaktifkan aplikasi atau program tertentu jika kita merasa loading komputer menjadi lambat.
·
Menghapus file/virus yang tidak bisa melalui mode biasa. Sebagian antivirus masih bisa dijalankan di safe mode, dan bisa dicoba scan melalui safe mode. Kadang virus tidak berjalan di safe mode.
Menghapus file/virus yang tidak bisa melalui mode biasa. Sebagian antivirus masih bisa dijalankan di safe mode, dan bisa dicoba scan melalui safe mode. Kadang virus tidak berjalan di safe mode.
- Menjalankan System Restore jika sebelumnya diaktifkan, sehingga kondisi sistem bisa dikembalikan ke keadaan sebelumnya.
- Menjalankan berbagai fitur dari Control Panel, Administrative tools dan sebagainya.
- Membuka Registry Editor, baik untuk memeriksa maupun untuk mengedit sebagian isinya.
Jadi manfaat dari Safe Mode ini sangat banyak bagi troubleshooting Komputer.